hidup adalah pendakian
jalan yang menunjang tinggi
bagi pendaki
menuju puncak tertinggi
halangan dan rintangan tak pernah berhenti
dilalui bagi pendaki
perjalanan diriku
PERJALANAN DIRIKU
Setapak demi setapak aku berjalan
Arah ke arah aku telusuri
Tahun, bulan, minggu, hari
Terus aku cari
Jiwaku yang pergi
Tak kunjung kembali
Ntah bagaimana ku harus dapatkan kembali
Meskipun kerikil slalu saja menghadang
Tapi raga ini tetap tegar
Ntuk cari jiwaku yang hilang
Tuhan
Kenapa kau diam
Saat perjalananku
Ketika angin menghentikanku
Engkau sangaja membiarkan diriku
Tersesat dalam duniaMu
Tapi aku kan tetap berpegang dalam taliMu
Saat perjalanan mencari jiwaku
Medoho 04012011
Selasa, 08 Maret 2011
Senin, 07 Maret 2011
PUNCAK
hidup adalah pendakian
jalan yang tak putus
menujang tinggi hingga menggapai mimpi
punncak
akhir dari impian
jalan yang tak putus
menujang tinggi hingga menggapai mimpi
punncak
akhir dari impian
KASIH
tak terarah langkahku
dalam setiap jejak
kau petunjukku
di kegelapan yang menyikap
hening dan sepi
bagai kota mati
saat menengah aku menepi
mencari
dari petunjuk hati
kaulah kasihku
yang slalu di rindu
ku temukan di jalan buntu
jalansastra 08032011
dalam setiap jejak
kau petunjukku
di kegelapan yang menyikap
hening dan sepi
bagai kota mati
saat menengah aku menepi
mencari
dari petunjuk hati
kaulah kasihku
yang slalu di rindu
ku temukan di jalan buntu
jalansastra 08032011
Minggu, 06 Maret 2011
Puncak-Mu
hidup adalah pendakian
banyak ritangan dan halangan
pendaki sejati
pasti terus mencari
agar
banyak ritangan dan halangan
pendaki sejati
pasti terus mencari
agar
Sabtu, 26 Februari 2011
PILIHAN
Kenapa Kau harus memberikan pilihan
Jika pilihan akhirnya membingungkan
Sampai bisa-bisa menyesatkan
Tak adakah kepastian tanpa harus memilih
Tuhan
Jika Kau ciptakan sebuah pilihan
Pastinya ada sebuah jawaban
Kemanakah derap kakiku harus mencari
Sebuah jawaban yang tak pasti
Untuk aku temukan
Tuhan
Berikan sekarang jawabanMu
Kabut hitam telah datang menyelimutiku
Akankah aku harus tenggelam dalam kegelapan
Apakah Kau akan membiarkan
Sekujur tubuhku hanyut dengan nafsu
Kebencian, kesombongan, dan
Berteman dengtan para syetan
jalansastra 24022011
Jika pilihan akhirnya membingungkan
Sampai bisa-bisa menyesatkan
Tak adakah kepastian tanpa harus memilih
Tuhan
Jika Kau ciptakan sebuah pilihan
Pastinya ada sebuah jawaban
Kemanakah derap kakiku harus mencari
Sebuah jawaban yang tak pasti
Untuk aku temukan
Tuhan
Berikan sekarang jawabanMu
Kabut hitam telah datang menyelimutiku
Akankah aku harus tenggelam dalam kegelapan
Apakah Kau akan membiarkan
Sekujur tubuhku hanyut dengan nafsu
Kebencian, kesombongan, dan
Berteman dengtan para syetan
jalansastra 24022011
PEJUANG KECIL
Ketika surya mulai buka mata dari mimpi-mimpi
Sebuah perjuangan akan dimulai
Kaleng dan gitar kecil telah menanti
Setiap petikan dawai mengeluarkan uang
Dari saku-saku sang dermawan
Tubuh dekil dan kusam telah menjadi identitas
Para pejuang –pejuang kecil yang siap tandang
Demi mengisi perut yang berdendang
Tuhan
Ibakah Engkau dengan mereka
Janganlah diam !
Seperti anjing-anjing kantoran
Bisanya hanya bermain uang dan mempermainkan
Pejuang kecil...
Tetaplah berjuang, kau lah masa depan
Meski tak makan sekolahan
Tapi semangatmu berkobar
Jika besar nanti jadilah pejuang bangsa
Jangan mempermainkan bangsa
Aku yakin kamu bisa...!
Pejuang kecil...
Kobarkanlah api semangatmu
Hanguskanlah benalu-benalu
Melekat di pohon pertiwiku
Pejuang kecil...
Angkatlah merah dan putih yang ada ditiang
Bawalah ke ujung dan sisi dunia
Biar mereka tahu
Bangsamu tidak hanya tempat benalu
Pejuang kecil...
Janganlah merasa kecil
Karena kau berhati besar
Meski kau dekil dan kusam
Kau tak seperti para korupsi
Pejuang kecil, tetaplah menjadi diri sejati
Gunakanlah hati untuk memimpin pertiwi
Tuhan pasti membantumu pejuang kecil
jalansastra 25022011
Sebuah perjuangan akan dimulai
Kaleng dan gitar kecil telah menanti
Setiap petikan dawai mengeluarkan uang
Dari saku-saku sang dermawan
Tubuh dekil dan kusam telah menjadi identitas
Para pejuang –pejuang kecil yang siap tandang
Demi mengisi perut yang berdendang
Tuhan
Ibakah Engkau dengan mereka
Janganlah diam !
Seperti anjing-anjing kantoran
Bisanya hanya bermain uang dan mempermainkan
Pejuang kecil...
Tetaplah berjuang, kau lah masa depan
Meski tak makan sekolahan
Tapi semangatmu berkobar
Jika besar nanti jadilah pejuang bangsa
Jangan mempermainkan bangsa
Aku yakin kamu bisa...!
Pejuang kecil...
Kobarkanlah api semangatmu
Hanguskanlah benalu-benalu
Melekat di pohon pertiwiku
Pejuang kecil...
Angkatlah merah dan putih yang ada ditiang
Bawalah ke ujung dan sisi dunia
Biar mereka tahu
Bangsamu tidak hanya tempat benalu
Pejuang kecil...
Janganlah merasa kecil
Karena kau berhati besar
Meski kau dekil dan kusam
Kau tak seperti para korupsi
Pejuang kecil, tetaplah menjadi diri sejati
Gunakanlah hati untuk memimpin pertiwi
Tuhan pasti membantumu pejuang kecil
jalansastra 25022011
CARI TUHAN
Dimanakah Kau ada?
Kemana lagi harus aku cari?
Setiap waktu terus mencari
Dalam sudut malam aku menepi
Hanya untuk bertemu
Tuhanku
Aku memang tak pernah henti
Meski gejolak hati selalu beradu
Untuk bertemu
Rintangan selalu ada untuk menghalang
Dalam setiap langkah hatiku
Mungkinkah dapat menemukanMu
Disetiap waktuMu
Kemana lagi harus ku pergi?
Kemana lagi harus ku cari?
Agar dapat mendekatkan hati dengan ilahi
Pelinus 10022011
Selasa, 15 Februari 2011
TERLANTAR
jiwa-jiwa terlantar
jiwa-jiwa marginal
tak sepantasnya di jalanan
mereka sama
kenapa mesti ada perbedaan
sadarkah engkau yang disinggasana
duduk, makan, dan berpesta uang
kau selalu berkecukupan
atau malah berlebihan
tapi lihatlah
jiwa-jiwa terlantar
jiwa-jiwa marginal
ia butuh kasih sayang dan perhatian
dari lubuk hatimu yang paling dalam
wahai manusia
jangan sekali-kali membedakan
karena kita sama dimata Tuhan
jalan sastra 14022011
jiwa-jiwa marginal
tak sepantasnya di jalanan
mereka sama
kenapa mesti ada perbedaan
sadarkah engkau yang disinggasana
duduk, makan, dan berpesta uang
kau selalu berkecukupan
atau malah berlebihan
tapi lihatlah
jiwa-jiwa terlantar
jiwa-jiwa marginal
ia butuh kasih sayang dan perhatian
dari lubuk hatimu yang paling dalam
wahai manusia
jangan sekali-kali membedakan
karena kita sama dimata Tuhan
jalan sastra 14022011
Rabu, 09 Februari 2011
TERBUKA UNTUK TUHAN
buka mataku
buka mulutku
buka kupingku
buka hidungku
buka jiwaku
buka hatiku
agar semua terbuka untukMu
kerena telah lama tertutup debu
medoho09022011
buka mulutku
buka kupingku
buka hidungku
buka jiwaku
buka hatiku
agar semua terbuka untukMu
kerena telah lama tertutup debu
medoho09022011
Rabu, 19 Januari 2011
AKU
Siapakah aku?
Di manakah Aku ini?
Kenapa Aku disini?
Untuk apa Aku disini?
Tuhan Yang Mahatahu,,,,
Tunjukanlah Aku diantara ruang gelapMu
Tuntunlah Aku,
Agar tak meraba-raba nafsu
Mataku telah buta, Tuhan
Untuk melihat cinta di jagat Mu ini
Hanya hitam yang Aku lihat
Dikegelapan
jalansastra20012011
Di manakah Aku ini?
Kenapa Aku disini?
Untuk apa Aku disini?
Tuhan Yang Mahatahu,,,,
Tunjukanlah Aku diantara ruang gelapMu
Tuntunlah Aku,
Agar tak meraba-raba nafsu
Mataku telah buta, Tuhan
Untuk melihat cinta di jagat Mu ini
Hanya hitam yang Aku lihat
Dikegelapan
jalansastra20012011
Minggu, 16 Januari 2011
MENDEKAT
Lima dalam sehari aku bertemu
Tak lelah hanya untuk mendekatkan
Jiwa-jiwa yang berdebu
Menggumam menyebut namaMu
Kau kasihku
Slalu ada di dekatku
Aku butuh,kau slalu ada
Tersa hangat di dekatMu
Rasa rindu bertemu
Tak dapat terbendung
Karna aku ingin
Kau slalu menyinari
Jiwa ku yang sepi
Pandean lamper110310
Pandean lamper110310
MENDEKAT
Lima dalam sehari aku bertemu
Tak lelah hanya untuk mendekatkan
Jiwa-jiwa yang berdebu
Menggumam menyebut namaMu
Kau kasihku
Slalu ada di dekatku
Aku butuh,kau slalu ada
Tersa hangat di dekatMu
Rasa rindu bertemu
Tak dapat terbendung
Karna aku ingin
Kau slalu menyinari
Jiwa ku yang sepi
Pandean lamper110310
KENANGAN YANG TAK HILANG
Di Senja menjelang gelap
Terpaku oleh keadaan
Aku yang melepaskan pandangan
Pada makhluk ciptaan-Mu
Dia begitu anggun menarik sepasang mataku
Tak sadar jiwa terbius olehmu
Hingga kini ku kenang
Tanpa aku memiliki kehangatan darimu
Kenagan tak dapat pergi
Walau, hanya mencarikan pengganti
Karna hidupku slalu dihantui
Oleh rasa yang cukup lama aku pendam
Di sela-sela nafasku bayangan itu muncul
Ntah kenapa ia datang dan pergi
Tak begitu tahu jalanan hidupku kini
Elok dan indah yang kukenang
Sampai kenangan tak dapat kuhapus
Dari hati lekaki pengecut ini
Jalanan sastra 011109
Jalanan sastra 011109
Jumat, 07 Januari 2011
PERJALANAN
Sebuah perjalanan panjang, yang begitu diinginkan. Semua dilakukan hanya untuk mencari jiwa yang hilang. Kemanapun akan ditelusuri, meskipun sampai urat bumi. Orang lain tak dapat membayangkan, sekeras apa yang Aku pikirkan?. Karena hanya satu tujuan Aku melakukan perjalanan. Mencari jiwa yang belum ku temukan, karena masih bersama Tuhan. Untuk itu, Aku akan bertahan berjalan mencari jawaban dari Tuhan tentang jiwaku yang hilang.
Di tengah perjalanan, Aku berdiam sejenak. Dan berfikir diantara orang-orang yang tak berakal. Orang yang hanya bisa menyusahkan sekelilingnya itulah orang yang tak berakal. Dalam berfikir Aku membedakan antara kesunyian dan kesepian, meskipun kelihatannya sama. Itulah yang masih menjadi bimbang dalam melangkah ke depan.
Perjalanan yang begitu sarat dengan rintangan membentang di sepanjang jalan. Aku sendirian mencoba bertahan menghadapi cobaan. Demi mencari sebuah arah yang menuju jiwaku. Meskipun Aku harus bertahan menghadapi semua yang telah di berika Tuhan. Tapi Aku tetap tegar untuk mendapatkan jiwaku yang hilang. Biarkan Tuhan yang menjalankan,sedang Aku tak berhenti berikhtiar.
Perjalanan yang begitu sarat dengan rintangan membentang di sepanjang jalan. Aku sendirian mencoba bertahan menghadapi cobaan. Demi mencari sebuah arah yang menuju jiwaku. Meskipun Aku harus bertahan menghadapi semua yang telah di berika Tuhan. Tapi Aku tetap tegar untuk mendapatkan jiwaku yang hilang. Biarkan Tuhan yang menjalankan,sedang Aku tak berhenti berikhtiar.
SAJAK LUKAKU
Saat aku pegang kertas dan pena
Ku lihat tangisdi tengah senyum
Dan memulai menulis
Sebuah sajak pada lukaku
Kata-kata ku rangkai
Memanjang hingga tersentuh
Oleh mereka yang tersenyum
Dan tak mau mendengar apapun
Di antara tangis-tangis
Anak kaleng duduk berdempetan
Sembari menunggu
Koin yang keluar dari
Lubang-lubang hati
Inilah sajak lukaku
Untuk di perlihatkan
Diperdengarkan,agar semua mendengar
Terluka,merasa
Membantu meringankan
Tangisan pertiwiku
Pandeanlamper110310
Pandeanlamper110310
Kamis, 06 Januari 2011
TANDA TANYA
Dibenakku penuh tanda Tanya
Kapankah kau berakhir
Haruskah pertikaian?
Mungkinkah,keringat darah yang mengakhiri?
Mau bawa kemana pertiwiku?
Sedang kau asyik
Bermain-main di jalanan
Apakah ia mendengar?
Yang kau ributkan di jalan?
Aku mohon bersihkanlah,pertiwiku?
Kotoran dari debu kerusuhan
Sampah-sampah korupsi
Bahkan limbah teroris
Sampai kapan kau berakhir
Jangan hanya diam
Berlimpahan harta
Jalanan sastra200310
Tut, mimpiku
Dalam ruang waktu
Aku slalu menunggu
Dekapan manismu
Tut,
Ingatlah kau!
Kutunggu slalu
Namun,
Ntah kenapa?
Kau pun tak sadar
Jika angin tlah membawa kabar
Dariku
Tut,
Janganlah hentikan langkahku
Dengan sikapmu
Tut,
Dikala sepi mendekapku
Terasa kau disisiku
Dengan menyayatkan belati ke dalam dadaku
Sakit…
Tapi aku masih tetap
Ada untukmu
Meskipun hanyalah mimpi
Aku merubah Aku
Aku tak dapat merubah aku
tanpaMu
kuinginkan tak capai
karena aku tak dapat merubah aku
kehendakMu
caraMu
ku tunggu dalam heningku
bintoro 210510
Aku merubah Aku
Aku tak dapat merubah aku
tanpaMu
kuinginkan tak capai
karena aku tak dapat merubah aku
kehendakMu
caraMu
ku tunggu dalam heningku
bintoro 210510
TAHAJUD
Hanya mencariMu
Aku menepi malam dalam seperempat
Agar dapat membasuh mukaku
Melekat dengan debu
Dari rahik Mu
Bintoro 210510
PINPEMIM
Pe-n mimpi
Mimpi pe n
Pe impin mimpi
Mim n,pem n
Pi pe
Pe impin mimpi
Mim n,pem n
Pi pe
Tlah lama aku tunggu
Untuk jadi pemimpin ku
Pemimpin ku bukan mimpi
Mimpi tak kan jadi
Pemimpin sejati
Jalanansastra03042010
Jalanansastra03042010
SATU
T u h a n k u
Allah Tuhan k u
Allah Tuhanku A l l a h
Tuhanku Allah Tuhanku
Tuhanku Allah Tuhanku
A l l a h
T u h a n ku
A l l a h
T u h a n ku
A l l a h
A l l a h
T u h a n ku
A l l a h
T u h a n ku
Allah Tuhanku Allah Tuhan ku
Allah Tuhanku Allah Tuhan ku
Satu hanya Tuhanku,Allahku satu
Bintoro 210510
Bintoro 210510
Langganan:
Postingan (Atom)