Dalam ruang waktu
Aku slalu menunggu
Dekapan manismu
Tut,
Ingatlah kau!
Kutunggu slalu
Namun,
Ntah kenapa?
Kau pun tak sadar
Jika angin tlah membawa kabar
Dariku
Tut,
Janganlah hentikan langkahku
Dengan sikapmu
Tut,
Dikala sepi mendekapku
Terasa kau disisiku
Dengan menyayatkan belati ke dalam dadaku
Sakit…
Tapi aku masih tetap
Ada untukmu
Meskipun hanyalah mimpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar