Siapakah aku?
Di manakah Aku ini?
Kenapa Aku disini?
Untuk apa Aku disini?
Tuhan Yang Mahatahu,,,,
Tunjukanlah Aku diantara ruang gelapMu
Tuntunlah Aku,
Agar tak meraba-raba nafsu
Mataku telah buta, Tuhan
Untuk melihat cinta di jagat Mu ini
Hanya hitam yang Aku lihat
Dikegelapan
jalansastra20012011
perjalanan diriku
PERJALANAN DIRIKU
Setapak demi setapak aku berjalan
Arah ke arah aku telusuri
Tahun, bulan, minggu, hari
Terus aku cari
Jiwaku yang pergi
Tak kunjung kembali
Ntah bagaimana ku harus dapatkan kembali
Meskipun kerikil slalu saja menghadang
Tapi raga ini tetap tegar
Ntuk cari jiwaku yang hilang
Tuhan
Kenapa kau diam
Saat perjalananku
Ketika angin menghentikanku
Engkau sangaja membiarkan diriku
Tersesat dalam duniaMu
Tapi aku kan tetap berpegang dalam taliMu
Saat perjalanan mencari jiwaku
Medoho 04012011
Rabu, 19 Januari 2011
Minggu, 16 Januari 2011
MENDEKAT
Lima dalam sehari aku bertemu
Tak lelah hanya untuk mendekatkan
Jiwa-jiwa yang berdebu
Menggumam menyebut namaMu
Kau kasihku
Slalu ada di dekatku
Aku butuh,kau slalu ada
Tersa hangat di dekatMu
Rasa rindu bertemu
Tak dapat terbendung
Karna aku ingin
Kau slalu menyinari
Jiwa ku yang sepi
Pandean lamper110310
Pandean lamper110310
MENDEKAT
Lima dalam sehari aku bertemu
Tak lelah hanya untuk mendekatkan
Jiwa-jiwa yang berdebu
Menggumam menyebut namaMu
Kau kasihku
Slalu ada di dekatku
Aku butuh,kau slalu ada
Tersa hangat di dekatMu
Rasa rindu bertemu
Tak dapat terbendung
Karna aku ingin
Kau slalu menyinari
Jiwa ku yang sepi
Pandean lamper110310
KENANGAN YANG TAK HILANG
Di Senja menjelang gelap
Terpaku oleh keadaan
Aku yang melepaskan pandangan
Pada makhluk ciptaan-Mu
Dia begitu anggun menarik sepasang mataku
Tak sadar jiwa terbius olehmu
Hingga kini ku kenang
Tanpa aku memiliki kehangatan darimu
Kenagan tak dapat pergi
Walau, hanya mencarikan pengganti
Karna hidupku slalu dihantui
Oleh rasa yang cukup lama aku pendam
Di sela-sela nafasku bayangan itu muncul
Ntah kenapa ia datang dan pergi
Tak begitu tahu jalanan hidupku kini
Elok dan indah yang kukenang
Sampai kenangan tak dapat kuhapus
Dari hati lekaki pengecut ini
Jalanan sastra 011109
Jalanan sastra 011109
Jumat, 07 Januari 2011
PERJALANAN
Sebuah perjalanan panjang, yang begitu diinginkan. Semua dilakukan hanya untuk mencari jiwa yang hilang. Kemanapun akan ditelusuri, meskipun sampai urat bumi. Orang lain tak dapat membayangkan, sekeras apa yang Aku pikirkan?. Karena hanya satu tujuan Aku melakukan perjalanan. Mencari jiwa yang belum ku temukan, karena masih bersama Tuhan. Untuk itu, Aku akan bertahan berjalan mencari jawaban dari Tuhan tentang jiwaku yang hilang.
Di tengah perjalanan, Aku berdiam sejenak. Dan berfikir diantara orang-orang yang tak berakal. Orang yang hanya bisa menyusahkan sekelilingnya itulah orang yang tak berakal. Dalam berfikir Aku membedakan antara kesunyian dan kesepian, meskipun kelihatannya sama. Itulah yang masih menjadi bimbang dalam melangkah ke depan.
Perjalanan yang begitu sarat dengan rintangan membentang di sepanjang jalan. Aku sendirian mencoba bertahan menghadapi cobaan. Demi mencari sebuah arah yang menuju jiwaku. Meskipun Aku harus bertahan menghadapi semua yang telah di berika Tuhan. Tapi Aku tetap tegar untuk mendapatkan jiwaku yang hilang. Biarkan Tuhan yang menjalankan,sedang Aku tak berhenti berikhtiar.
Perjalanan yang begitu sarat dengan rintangan membentang di sepanjang jalan. Aku sendirian mencoba bertahan menghadapi cobaan. Demi mencari sebuah arah yang menuju jiwaku. Meskipun Aku harus bertahan menghadapi semua yang telah di berika Tuhan. Tapi Aku tetap tegar untuk mendapatkan jiwaku yang hilang. Biarkan Tuhan yang menjalankan,sedang Aku tak berhenti berikhtiar.
SAJAK LUKAKU
Saat aku pegang kertas dan pena
Ku lihat tangisdi tengah senyum
Dan memulai menulis
Sebuah sajak pada lukaku
Kata-kata ku rangkai
Memanjang hingga tersentuh
Oleh mereka yang tersenyum
Dan tak mau mendengar apapun
Di antara tangis-tangis
Anak kaleng duduk berdempetan
Sembari menunggu
Koin yang keluar dari
Lubang-lubang hati
Inilah sajak lukaku
Untuk di perlihatkan
Diperdengarkan,agar semua mendengar
Terluka,merasa
Membantu meringankan
Tangisan pertiwiku
Pandeanlamper110310
Pandeanlamper110310
Kamis, 06 Januari 2011
TANDA TANYA
Dibenakku penuh tanda Tanya
Kapankah kau berakhir
Haruskah pertikaian?
Mungkinkah,keringat darah yang mengakhiri?
Mau bawa kemana pertiwiku?
Sedang kau asyik
Bermain-main di jalanan
Apakah ia mendengar?
Yang kau ributkan di jalan?
Aku mohon bersihkanlah,pertiwiku?
Kotoran dari debu kerusuhan
Sampah-sampah korupsi
Bahkan limbah teroris
Sampai kapan kau berakhir
Jangan hanya diam
Berlimpahan harta
Jalanan sastra200310
Tut, mimpiku
Dalam ruang waktu
Aku slalu menunggu
Dekapan manismu
Tut,
Ingatlah kau!
Kutunggu slalu
Namun,
Ntah kenapa?
Kau pun tak sadar
Jika angin tlah membawa kabar
Dariku
Tut,
Janganlah hentikan langkahku
Dengan sikapmu
Tut,
Dikala sepi mendekapku
Terasa kau disisiku
Dengan menyayatkan belati ke dalam dadaku
Sakit…
Tapi aku masih tetap
Ada untukmu
Meskipun hanyalah mimpi
Aku merubah Aku
Aku tak dapat merubah aku
tanpaMu
kuinginkan tak capai
karena aku tak dapat merubah aku
kehendakMu
caraMu
ku tunggu dalam heningku
bintoro 210510
Aku merubah Aku
Aku tak dapat merubah aku
tanpaMu
kuinginkan tak capai
karena aku tak dapat merubah aku
kehendakMu
caraMu
ku tunggu dalam heningku
bintoro 210510
TAHAJUD
Hanya mencariMu
Aku menepi malam dalam seperempat
Agar dapat membasuh mukaku
Melekat dengan debu
Dari rahik Mu
Bintoro 210510
PINPEMIM
Pe-n mimpi
Mimpi pe n
Pe impin mimpi
Mim n,pem n
Pi pe
Pe impin mimpi
Mim n,pem n
Pi pe
Tlah lama aku tunggu
Untuk jadi pemimpin ku
Pemimpin ku bukan mimpi
Mimpi tak kan jadi
Pemimpin sejati
Jalanansastra03042010
Jalanansastra03042010
SATU
T u h a n k u
Allah Tuhan k u
Allah Tuhanku A l l a h
Tuhanku Allah Tuhanku
Tuhanku Allah Tuhanku
A l l a h
T u h a n ku
A l l a h
T u h a n ku
A l l a h
A l l a h
T u h a n ku
A l l a h
T u h a n ku
Allah Tuhanku Allah Tuhan ku
Allah Tuhanku Allah Tuhan ku
Satu hanya Tuhanku,Allahku satu
Bintoro 210510
Bintoro 210510
Langganan:
Postingan (Atom)