Saat aku pegang kertas dan pena
Ku lihat tangisdi tengah senyum
Dan memulai menulis
Sebuah sajak pada lukaku
Kata-kata ku rangkai
Memanjang hingga tersentuh
Oleh mereka yang tersenyum
Dan tak mau mendengar apapun
Di antara tangis-tangis
Anak kaleng duduk berdempetan
Sembari menunggu
Koin yang keluar dari
Lubang-lubang hati
Inilah sajak lukaku
Untuk di perlihatkan
Diperdengarkan,agar semua mendengar
Terluka,merasa
Membantu meringankan
Tangisan pertiwiku
Pandeanlamper110310
Pandeanlamper110310
Tidak ada komentar:
Posting Komentar