Kenapa Kau harus memberikan pilihan
Jika pilihan akhirnya membingungkan
Sampai bisa-bisa menyesatkan
Tak adakah kepastian tanpa harus memilih
Tuhan
Jika Kau ciptakan sebuah pilihan
Pastinya ada sebuah jawaban
Kemanakah derap kakiku harus mencari
Sebuah jawaban yang tak pasti
Untuk aku temukan
Tuhan
Berikan sekarang jawabanMu
Kabut hitam telah datang menyelimutiku
Akankah aku harus tenggelam dalam kegelapan
Apakah Kau akan membiarkan
Sekujur tubuhku hanyut dengan nafsu
Kebencian, kesombongan, dan
Berteman dengtan para syetan
jalansastra 24022011
perjalanan diriku
PERJALANAN DIRIKU
Setapak demi setapak aku berjalan
Arah ke arah aku telusuri
Tahun, bulan, minggu, hari
Terus aku cari
Jiwaku yang pergi
Tak kunjung kembali
Ntah bagaimana ku harus dapatkan kembali
Meskipun kerikil slalu saja menghadang
Tapi raga ini tetap tegar
Ntuk cari jiwaku yang hilang
Tuhan
Kenapa kau diam
Saat perjalananku
Ketika angin menghentikanku
Engkau sangaja membiarkan diriku
Tersesat dalam duniaMu
Tapi aku kan tetap berpegang dalam taliMu
Saat perjalanan mencari jiwaku
Medoho 04012011
Sabtu, 26 Februari 2011
PEJUANG KECIL
Ketika surya mulai buka mata dari mimpi-mimpi
Sebuah perjuangan akan dimulai
Kaleng dan gitar kecil telah menanti
Setiap petikan dawai mengeluarkan uang
Dari saku-saku sang dermawan
Tubuh dekil dan kusam telah menjadi identitas
Para pejuang –pejuang kecil yang siap tandang
Demi mengisi perut yang berdendang
Tuhan
Ibakah Engkau dengan mereka
Janganlah diam !
Seperti anjing-anjing kantoran
Bisanya hanya bermain uang dan mempermainkan
Pejuang kecil...
Tetaplah berjuang, kau lah masa depan
Meski tak makan sekolahan
Tapi semangatmu berkobar
Jika besar nanti jadilah pejuang bangsa
Jangan mempermainkan bangsa
Aku yakin kamu bisa...!
Pejuang kecil...
Kobarkanlah api semangatmu
Hanguskanlah benalu-benalu
Melekat di pohon pertiwiku
Pejuang kecil...
Angkatlah merah dan putih yang ada ditiang
Bawalah ke ujung dan sisi dunia
Biar mereka tahu
Bangsamu tidak hanya tempat benalu
Pejuang kecil...
Janganlah merasa kecil
Karena kau berhati besar
Meski kau dekil dan kusam
Kau tak seperti para korupsi
Pejuang kecil, tetaplah menjadi diri sejati
Gunakanlah hati untuk memimpin pertiwi
Tuhan pasti membantumu pejuang kecil
jalansastra 25022011
Sebuah perjuangan akan dimulai
Kaleng dan gitar kecil telah menanti
Setiap petikan dawai mengeluarkan uang
Dari saku-saku sang dermawan
Tubuh dekil dan kusam telah menjadi identitas
Para pejuang –pejuang kecil yang siap tandang
Demi mengisi perut yang berdendang
Tuhan
Ibakah Engkau dengan mereka
Janganlah diam !
Seperti anjing-anjing kantoran
Bisanya hanya bermain uang dan mempermainkan
Pejuang kecil...
Tetaplah berjuang, kau lah masa depan
Meski tak makan sekolahan
Tapi semangatmu berkobar
Jika besar nanti jadilah pejuang bangsa
Jangan mempermainkan bangsa
Aku yakin kamu bisa...!
Pejuang kecil...
Kobarkanlah api semangatmu
Hanguskanlah benalu-benalu
Melekat di pohon pertiwiku
Pejuang kecil...
Angkatlah merah dan putih yang ada ditiang
Bawalah ke ujung dan sisi dunia
Biar mereka tahu
Bangsamu tidak hanya tempat benalu
Pejuang kecil...
Janganlah merasa kecil
Karena kau berhati besar
Meski kau dekil dan kusam
Kau tak seperti para korupsi
Pejuang kecil, tetaplah menjadi diri sejati
Gunakanlah hati untuk memimpin pertiwi
Tuhan pasti membantumu pejuang kecil
jalansastra 25022011
CARI TUHAN
Dimanakah Kau ada?
Kemana lagi harus aku cari?
Setiap waktu terus mencari
Dalam sudut malam aku menepi
Hanya untuk bertemu
Tuhanku
Aku memang tak pernah henti
Meski gejolak hati selalu beradu
Untuk bertemu
Rintangan selalu ada untuk menghalang
Dalam setiap langkah hatiku
Mungkinkah dapat menemukanMu
Disetiap waktuMu
Kemana lagi harus ku pergi?
Kemana lagi harus ku cari?
Agar dapat mendekatkan hati dengan ilahi
Pelinus 10022011
Selasa, 15 Februari 2011
TERLANTAR
jiwa-jiwa terlantar
jiwa-jiwa marginal
tak sepantasnya di jalanan
mereka sama
kenapa mesti ada perbedaan
sadarkah engkau yang disinggasana
duduk, makan, dan berpesta uang
kau selalu berkecukupan
atau malah berlebihan
tapi lihatlah
jiwa-jiwa terlantar
jiwa-jiwa marginal
ia butuh kasih sayang dan perhatian
dari lubuk hatimu yang paling dalam
wahai manusia
jangan sekali-kali membedakan
karena kita sama dimata Tuhan
jalan sastra 14022011
jiwa-jiwa marginal
tak sepantasnya di jalanan
mereka sama
kenapa mesti ada perbedaan
sadarkah engkau yang disinggasana
duduk, makan, dan berpesta uang
kau selalu berkecukupan
atau malah berlebihan
tapi lihatlah
jiwa-jiwa terlantar
jiwa-jiwa marginal
ia butuh kasih sayang dan perhatian
dari lubuk hatimu yang paling dalam
wahai manusia
jangan sekali-kali membedakan
karena kita sama dimata Tuhan
jalan sastra 14022011
Rabu, 09 Februari 2011
TERBUKA UNTUK TUHAN
buka mataku
buka mulutku
buka kupingku
buka hidungku
buka jiwaku
buka hatiku
agar semua terbuka untukMu
kerena telah lama tertutup debu
medoho09022011
buka mulutku
buka kupingku
buka hidungku
buka jiwaku
buka hatiku
agar semua terbuka untukMu
kerena telah lama tertutup debu
medoho09022011
Langganan:
Postingan (Atom)