perjalanan diriku

PERJALANAN DIRIKU

Setapak demi setapak aku berjalan

Arah ke arah aku telusuri

Tahun, bulan, minggu, hari

Terus aku cari

Jiwaku yang pergi

Tak kunjung kembali

Ntah bagaimana ku harus dapatkan kembali

Meskipun kerikil slalu saja menghadang

Tapi raga ini tetap tegar

Ntuk cari jiwaku yang hilang

Tuhan

Kenapa kau diam

Saat perjalananku

Ketika angin menghentikanku

Engkau sangaja membiarkan diriku

Tersesat dalam duniaMu

Tapi aku kan tetap berpegang dalam taliMu

Saat perjalanan mencari jiwaku

Medoho 04012011

Selasa, 15 Februari 2011

TERLANTAR

jiwa-jiwa terlantar
jiwa-jiwa marginal
tak sepantasnya di jalanan
mereka sama
kenapa mesti ada perbedaan
sadarkah engkau yang disinggasana
duduk, makan, dan berpesta uang
kau selalu berkecukupan
atau malah berlebihan
tapi lihatlah
jiwa-jiwa terlantar
jiwa-jiwa marginal
ia butuh kasih sayang dan perhatian
dari lubuk hatimu yang paling dalam
wahai manusia
jangan sekali-kali membedakan
karena kita sama dimata Tuhan
                                                     jalan sastra 14022011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar