perjalanan diriku

PERJALANAN DIRIKU

Setapak demi setapak aku berjalan

Arah ke arah aku telusuri

Tahun, bulan, minggu, hari

Terus aku cari

Jiwaku yang pergi

Tak kunjung kembali

Ntah bagaimana ku harus dapatkan kembali

Meskipun kerikil slalu saja menghadang

Tapi raga ini tetap tegar

Ntuk cari jiwaku yang hilang

Tuhan

Kenapa kau diam

Saat perjalananku

Ketika angin menghentikanku

Engkau sangaja membiarkan diriku

Tersesat dalam duniaMu

Tapi aku kan tetap berpegang dalam taliMu

Saat perjalanan mencari jiwaku

Medoho 04012011

Rabu, 25 Oktober 2017

Hanya kisah usang
tercecer antara daun kering yang telah
berlalu
kemarau; angin kering yang sedu
menggiring awan kelabu
tertawa dengan isak tangis
mengantar jasad pada sore itu
hanya antara aku dan kau
berlari dan menari; dulu
sedang sekarang temaram malam yang
kelam
berselimut kalut
dan pecah berubah rindu
Omahcilik26102017
Cika, tak sengaja orang menyebut mu
merah jambu pada lesung pipimu
belum bisa ku kenal saat bertemu
mengendap ngendap nakal, mata membidik
melepas bayangbayang
ke angan
dengan lirih pada bulan ku
berkata,"benarkah ia?  atau mungkin
tidak?"
entahlah!
karena bukan pilihan
cika, namamukah itu?
ku abadikan dengan alunan bait
merdu
OC26102017
Jiwa; ruh  yang bermuara  dalam raga
berseru
mengundang kehidupan yang kering
keronta
terpuruk dikeadaan yang nyata
Tuhan tak pernah alpa
dari tugastugasNya
seperti biasa, sabarlah yang ku kenakan
kehidupan buta
tak pernah mengerti rasa ataupun cinta
hanya hasrat belaka
OC26102107
Kehidupan kematian beriringan
mentari bersama dalam jiwa
dan pemiliknya tak pernah menghiraukan
yang didapati hanya sepotong nyawa yang
dibawa
selebihnya pasrahNya
meskipun begitu, ada juga lepas tanpa
mengenalNya
ialah yang sering ku kenal didunia
sekarang
OC26102017
Rebah; enyah sgala yang ada disekitar
penat yang berputar putar
kondisi mendidih dan perih
aku tak tau lagi
haruskah mati atau berpura pura mati
ruang kosong hanya seberkas benci
dan aku hanya bisa menutup diri
tidak lah mati saja!
OC26102017