Mampir sebentar
diriuk kesibukan yang gak mau tenana
kau datang, menawarkan paras ayumu
yang jalang
sedikit mempesona memang
sayang, kelaminmu kau jajakan
sehingga pesonamu terhalang
tak sedikit lelaki gersang
kegirangan
kayak bayi yang disusui
melihatmu begitu kasihan
kala, kau anggun dengan tudung biru, pipi
merah ranum
tertarik memang, menjadi
hal wajar
sekarang telah ku urungkan untuk menidurimu
karna hasrat tak lagi ada
apalagi cinta
seakan hilang bersama angin siang
Sambung 05102017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar